Trawas adalah sebuah dusun kecil di lembah beruntai pegunungan. tepatnya diMojokerto, Selatan Surabaya, di dusun Slepi, desa Ketapanrame. Sebuah desa sunyi di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Pemandangan yang luar biasa diikuti dengan jalan yang beraspal yang berkelok kelok, tetapi tidak kalah indahnya dengan Tretes, Prigen. Bertetangga dengan Tretes, sentra wisata yang jauh dari keramaian kota dan polusi, Trawas adalah tempat wisata yang sepi dan disarankan untuk bersantai dengan keluarga. Vila-vila tumbuh bertebaran di sekujur dusun dari ujung kaki pegunungan sampai dengan Perbukitan lembah yang Indah dan mempesona.
Diantara jalan yang berkelok kelok nan indah anda kan menemui sebuah bangunan Hotel yang dirancang sedemikian rupa untuk memanjakan para wisatawan asing maupun wisatawan Nusantara, yakni NEWSTART HOTEL
SEJARAH
Ali Subandi adalah seorang yang merintis berdirinya NEWSTART INDONESIA . Cerita ini berawal pada tahun 1990 ketika beliau terserang jantung koronerdan mengidap Hypertensi. Belia divonis oleh dokter hidupnya tidak lama lagi karena tiga pembuluh besar dijantung sudahtertutup semua. Jantungnya hanya berfungsi sekitar 30%-an. Untuk mengatasinya harus di by-pass. Waktu itu kalau menjalankan operasi by-pass peluang hidupnya 50-50. ” Ayah saya memutuskan menolak dioperasi ” kenang angelie putri bungsu ketika masih duduk dibangku SMA.
Akhirnya beliau berkelana kemana saja termasuk negeri Cina, untuk mencari obatnya atau alternatif lainnya. Akhirnya di negeri Cina beliau menemukan obat pil dan minuman minuman herbal. Tapi karena pola hidupnya masih seperti dulu, masih mengkonsumsi daging dan ikan juga makanan yang dimasak dengan cara digoreng, beliau masih merasakan sesak di dadanya.
Suatau hari beliau pergi ke negeri Taiwan, disana beliau menemukan tempat rehabilitasi semacam NEWSTART. Disana beliau mengikuti program selama 18 hari. Akhirnya program yang dijalani membuahkan hasil. Setelah selesai, beliau mulai menerapkan pola hidup sehat ala NEWSTART.
Tahun 1992 beliau kembali ke Indonesia, dan membeli sebuah villa di dusun Slepi dan tinggal bersama istri tercintanya. Ali Subandi masih menjalankan aktifitasnya bekerja, tapi beliau telah merubah pola hidupnya dengan menjalankan pola hidup sehat ala NEWSTART. Seiring berjalannya waktu, beberapa teman dekatnya telah meninggal dunia. Beliau melihat secara langsung 3 temannya meninggal di lapangan tenis dikarenakan terkena stroke.
Semenjak kejadian itu belaiu berpikir untuk mendirikan tempat untuk mempraktekan pola hidup sehat secara alami, seperti yang telah beliau rasakan ketika di Taiwan. ” Ayahnya tidak mau kalau hanya dia yang tahu pola hidup sehat secara alami ” kenang putri bungsunya, Angelie.
Pada tahun 2000 setelah krisis moneter melanda banyak petani sekitar dusun slepi menjual tanahnya . Dibelilah sedikit demi sedikit tanah itu sehingga mencapai lahan yang cukup luas untuk mendirikan satu tempat untuk mempraktekan pola hidup sehat secara alami. Demi mewujudkan impiannya, Ali Subandi memulai membangun lahan pertanian itu dengan uang tabungan hari tuannya. Beliau membangun NEWSTART INDONESIA dengan meniru model dari negeri Taiwan, hanya lebih kecil kalau di Taiwan 82 kamar sedangkan di dusun Slepi hanya 32 kamar.
Juli 2003 Bapak Ali Subandi meninggal dunia. Belaiu telah mematahkan argumen dan vonis para dokter yang merawatnya dengan bertahan hidup selama 13 tahun cukup menjalankan pola hidup sehat secara alami. Setelah beliau meninggal, keluarga harus menetapkan siapa yang harus melanjutkan cita-cita beliau membuka tempat pemusatan penerapan pola hidup sehat alami, akhirnya sang ibu memutuskan putri sulungnya Angelie untuk meneruskannnya.
” Akhirnya NEWSTART INDONESIA berdiri dan kami meneruskan cita-cita ayah dengan visi ‘Membuat Manusia Seutuhnya “. To Make Man whole . Jadi kita harus kembali lagi ke alam, hidup sehat setelah lama hidup kita telah terkontaminasi”. kata Angelie didampingi oleh sang suami Torry Kaunang .
——-0O0——-

